Friday, June 19, 2020

Jepang dan Samurai Bermata Biru: William Adams

Kisah Samurai Eropa: William Adams

Jepang adalah negara yang terletak di Asia Timur. Negeri yang dikenal sebagai Negeri Sakura, mempunyai daftar panjang sejarah rumit. Dari Pulau Hokkaido, Honshu, Kyushu, dan Shikoku. Setiap tempat di Jepang memiliki ciri khas masing-masing. Karakteristik yang merupakan hasil dari warisan budaya suatu prefektur (provinsi) bersama sejarahnya.

Namun, kita tidak akan membahas Jepang, baik geografi maupun sejarah keseluruhan. Kali ini, kita akan mempelajari sejarah yang menjadi titik pangkal dari Jepang. Terutama dalam hal budaya. Salah satu budaya terpopuler mengenai Jepang, yaitu Samurai. Nama yang selalu teringat di benak telinga kita ketika mendengar nama Jepang.

Di sesi sejarah kali ini, kita akan membahas tentang William Adams. Seseorang yang berasal dari benua yang sangatlah asing bagi penduduk Jepang di awal abad 17. Ia juga bagian dari satu hingga 23 pelaut yang selamat dari pelayaran maut. Juga, menjadi tokoh revolusioner dalam modernisasi Jepang. 



William Adams Muda
Kisah Samurai Eropa: William Adams
Kota Gillingham, Kent
William Adams merupakan salah satu dari segelintir orang yang cukup beruntung dilahirkan di keluarga kaya raya. Ia lahir pada 24 September 1564, di desa Gillingham, Kent. Di masa kecilnya, Adams hidup penuh kenyamanan. Sayangnya, ayahnya meninggal saat Adams menginjak masa pra remaja. Hal ini mendesak Adams untuk mencari pekerjan. Agar, kebutuhan hidupnya serta keluarga tercukupi.

Saat berusia dua belas tahun, Adams bermagang di sebuah perusahaan galangan kapal di Limehouse, London. Di sini, ia menghabiskan dua belas tahun berikutnya menimba ilmu. Mulai dari ilmu astronomi, navigasi, dan pembuatan kapal. Adams kemudian bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan dan berada di bawah komando Sir Francis Drake. Selama berdinas, ia sempat ikut dalam peperangan antara Inggris dan Spanyol di tahun 1588.

Sekitar tahun-tahun berikutnya, Adams bergabung ke beberapa perusahaan dagang. Ia pernah menjadi juru mudi di perusahaan dagang Maroko, yang pada saat itu baru didirikan oleh Ratu Elizabeth II. Perusahaan dagang Maroko tempat ia bekerja beroperasi di bawah naungan Pemerintah Kerajaan Inggris. Karena, Maroko beserta wilayah Afrika Utara lainnya memainkan peran penting dalam perdagangan antar komoditas. Adams pun pernah beroperasi di Laut Mediterania.



Ekspedisi Rempah-Rempah
Kisah Samurai Eropa: William Adams
Armada kapal dagang Adams.
(Liefde, Hoope, Geloof, Trouw, Bjide Boodschap)

Setelah bekerja selama beberapa tahun, Adams pergi ke Belanda. Ia mendengar kabar mengenai keuntungan dan prospek menggiurkan. Di usia 34 tahun, Adams bergabung dengan salah satu perusahaan Belanda yang berbasis di Rotterdam. Perlu diketahui, hubungan antara Inggris dan Belanda pada masa itu, sangatlah baik. Sebab, keduanya merupakan sekutu dalam melawan Spanyol dan Portugis (Portugal pada saat itu di bawah kendali Raja Phillips II dari Spanyol).

Adams dan armada lima kapal perusahaan dagang lainnya berangkat dari Belanda. Mereka berencana untuk mencapai Hindia Timur yang kaya akan rempah-rempah, berdasarkan petunjuk dari rampasan peta rute pelayaran Portugis. Mereka berlayar dengan cara menyusuri pesisir Amerika Selatan dan berharap menemukan Selat Magellan. Di tengah perjalanan, armada kapal mengalami musibah badai laut. Menyebabkan, dua kapal dari armada berpisah.

Dengan tiga kapal yang tersisa, mereka terus melanjutkan perjalanan. Setelah melalui Selat Magellan, mereka memasuki Samudera Pasifik. Di hari-hari pertama mereka memasuki Pasifik, salah satu kapal tidak sengaja keluar dari jalur lintasan yang direncanakan (tanpa Adams dan yang lain ketahui, kapal ini berhasil mencapai Kepulauan Tidore, tetapi mereka semua dibunuh Portugis setibanya di sana). Dua kapal yang tersisa kembali melanjutkan perjalanan.

Kapal yang ditumpangi Adams menjadi kapal terakhir, ketika satu kapal tersisa tenggelam saat menerjang badai laut. Adams dan kru yang tersisa putus asa. Dengan kru yang menyusut dari jumlah seratus orang lebih, mereka harus mencapai pulau selanjutnya. Dua tahun lamanya semenjak keberangkatan mereka, Adams dan 23 kru yang tersisa berhasil mencapai Jepang pada 19 April 1600. Mereka mendarat di Pulau Kyushu.



Pelaut Kincir Angin di Negeri Sakura

9 dari 23 kru yang masih sehat turun dari kapal, termasuk Adams. Di pelabuhan, mereka disambut meriah penduduk lokal. Namun, para misionaris Katolik Portugis yang sebelumnya telah lama tiba, menuduh para pelaut Belanda tersebut sebagai perompak laut. Adams menyangkal pernyataan misionaris Portugis. Kedua pihak saling menghujat satu sama lain, sehingga Daimyo lokal daerah tersebut terpaksa dipanggil. 

Kisah Samurai Eropa: William Adams
Peta Jepang tahun 1707

Meskipun sang Daimyo berusaha menenangkan kedua belah pihak, Adams masih berselisih dengan pihak Portugis. Misionaris Portugis meminta Adams dan krunya untuk dieksekusi atas tuduhan perompak. Sang Daimyo, yang masih ragu, memutuskan untuk menahan Adams dan para kru. Adams kemudian ditahan oleh otoritas setempat dan dijebloskan ke tahanan sementara. Kabar mengenai kemunculan Adams beserta perselisihan antara Portugis dan orang "berambut emas dan bermata biru", tersiar ke seluruh penjuru Jepang. Kabar tersebut mencapai ke telinga seorang Daimyo yang kelak menjadi Shogun bagi seluruh Jepang, Tokugawa Ieyasu.

Adams dan sembilan kru tersisa dipindahkan ke Kastil Osaka. Selama perjalanan, Adams mengagumi arsitektur dan kota Jepang. Ia sangat kagum dengan budaya-budaya yang ada. Beda halnya, dengan apa uang dirasakan oleh Tokugawa Ieyasu, ia justru tertarik dengan orang berambut emas tersebut. Ieyasu, merupakan salah satu Daimyo dari Klan Oda.

Sebelum kematian Shogun dari Klan Oda, Toyotomi Hideyoshi, Shogun tersebut berpesan kepada para Daimyo terkuat yang ditunjuk untuk tetap melanjutkan roda pemerintahan. Hal ini ia lakukan, karena satu-satunya anak lelaki yang ia miliki masih berusia sangat muda, maka tidak praktis untuk menjalankan roda pemerintahan. Ieyasu dan para Daimyo lainnya, pada dasarnya serupa seperti sistem Vassal yang ada di Eropa. Dalam sistem awal pemerintahan Jepang, sebuah klan memiliki seorang Shogun dengan puncak teratas dan Daimyo di bawah kendali Shogun. Daimyo ini berperan seperti bangsawan, mengatur daerah-daerahnya di bawah panji bendera wilayahnya sendiri, dengan syarat harus mengakui Shogun suatu klan.

Para Daimyo yang ditunjuk tidak mengiindahkan kata-kata terakhir Hideyoshi. Oleh karena itu, muncullah dorongan untuk menguasai jabatan Shogun tersebut dari para Daimyo. Ieyasu, sebagai Daimyo terkaya dan terkuat di Klan Oda, menyadari kesempatan ini. Oleh karena itu, Ieyasu membutuhkan segala cara yang dapat dimanfaatkan untuk memenangkan persaingan antar Daimyo. Mendengar kabar mengenai pelaut Belanda dan Adams, ia menjadi tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang mereka.

Adams yang ditahan di Kastil Osaka oleh Ieyasu, agar tidak diketahui saingannya, dipanggil untuk menghadap ke depannya. Adams bertatap muka dengan Ieyasu yang tertarik dengan dirinya. Dibantu penerjemah Portugis, Adams menjelaskan seluruh informasi berharga yang ia punya. Ia juga menjelaskan pengetahuan dan wawasannya yang melimpah mengenai ilmu navigasi, pembangunan kapal, dan Matematika. Tidak hanya disuruh menjelaskan, Ieyasu juga bertanya mengenai negeri asalnya dan keadaan dunia luar, termasuk perselisihannya dengan Portugis.

Kisah Samurai Eropa: William Adams
William Adams bertemu Tokugawa Ieyasu

Setelah diskusi lama antara keduanya, Adams dan krunya dibebaskan di bawah perlindungan Ieyasu. Mereka berdua kerap bertemu, dari bulan Mei hingga Agustus tahun 1600. Akhirnya, pasca Pertempuran Sekigahara, pertempuran terakhir memperebutkan kekuasaan atas seluruh Jepang, Tokugawa Ieyasu dinobatkan menjadi Shogun. Dengan kekuasaannya yang absolut, Ieyasu mulai membenahi seluruh Jepang. Ieyasu mengangkat Adams sebagai penasihat pribadi.



Titah Sang Shogun dan Modernisasi

Pada tahun 1604, Adams diperintahkan Ieyasu untuk melakukan modernisasi dunia maritim Jepang. Cepat tanggap, Adams segera merancang rancangan kapal modern untuk Jepang. Ia mengikuti rancangan sesuai gaya Eropa. Terbukanya Jepang terhadap dunia luar, membawa Adams menjadi pemimpin ekspedisi Jepang. Ekspedisi dagang atas nama Shogun, mengantar Jepang dan Adams ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam.

Beberapa tahun semenjak kedatangan Adams di Negeri Sakura, kebijakan perdagangan Jepang berkembang pesat. William Adams yang kini sudah bertahun-tahun kiat di dunia dagang, mulai berpikir untuk kembali ke Inggris. Ieyasu menyadari betapa tak ternilainya Adams, ia berusaha mencegah dengan melarang keinginan Adams. Maka, Ieyasu memberikan penghargaan kepada Adams. 

Adams diberikan dua buah pedang Katana, yang mempersembahkan nama Samurai. Ia juga dititahkan  nama baru, 三浦按針 (Miura Anjin). Lebih mengejutkan lagi, William Adams atau sekarang Miura Anjin, diberikan gelar istimewa, yakni Hatamoto. Gelar yang ia pegang selama sisa hidupnya merupakan gelar tertinggi yang ia miliki. Hatamoto adalah gelar yang hanya dimiliki bagi orang yang ditunjuk oleh Shogun. Gelar ini mencakup dari gaji yang diberikan langsung dari Shogun dan kekayaan fisik seperti lahan dan rumah.

Setelah dilantik, Adams resmi bertindak atas nama Ieyasu. Meskipun ia mengurungkan niat pulang, ia tetap mengirim uang untuk keluarganya, terutama Istri dan kedua anaknya yang masih berada di Inggris. Adams juga menikah lagi dengan perempuan Jepang bernama Oyuki. Keduanya dikaruniai dua anak. Laki-laki dinamai Joseph dan perempuan bernama Susanna.

Adams menjalani sisa hidupnya mengatur kebijakan perdagangan. Ia menjalin perdagangan dengan Spanyol, Inggris, dan Belanda. Masing-masing mendirikan kantor di Kota Nagasaki dan Hirado. Pada tahun 1616, sahabatnya, Tokugawa Ieyasu meninggal. Penerusnya, Tokugawa Hidetada, memiliki pandangan berbeda dari Ayahnya. Hidetada mengisolasikan Jepang dari pengaruh dunia luar.

Oleh karena itu, perdagangan internasional yang dilakukan Jepang dan bangsa asing terhenti total, kecuali dengan Belanda. Itu pun karena jasa Adams kepada Jepang. Adams jatuh sakit dan meninggal pada tahun 1620, di usia 55 tahun. Ia dikubur di tempat tinggalnya, Hirado. Kuburan almarhum istri pertamanya, Mary Hyn, direlokasi untuk ditempatkan di samping kuburan Adams. Kini, kuburan Adams dijadikan tugu peringatan di Taman Prefektur Tsukiyama.
Kisah Samurai Eropa: William Adams
Makam William Adams

Sumber Gambar:

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar atau menanggapi artikel dengan baik.